Monday, May 26, 2014

story of her

Hujan rintik-rintik di sore hari ini, seseorang bercerita tentang kisahnya, ya kisah hidupnya ,kisah cintanya,dan pandangannya tentang hidup ini.

Dimulai dari suatu yang teramat berharga dalam hidupnya , yang sangat penting di harinya, pergi tanpa kepastian. Semua terjadi begitu saja, kesedihan ,kekecewaan, putusnya harapan, sakit hati datang dengan bertubi-tubi. Dia bilang ada rasa penyesalan yang teramat dalam, bahkan 100x dia berfikir ulang tentang semua ini, 101x dia tidak percaya bahwa hal ini terjadi dan menimpa dirinya, tidak sedikit dia menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi, atas semua kesedihan dan kepahitan yang terjadi. ya tapi itu dulu.

saat ini sudah hampir 6 bulan peristiwa itu berlalu, 6 bulan? waktu yang sebentar atau lama? yaaa... masing-masing orang punya persepsinya sendiri. dan untuk dia 6 bulan adalah waktu yang ....
cukup kah 6 bulan untuk seseorang melupakan kesedihannya? bagaimana dengan anda? buat dia mungkin tidak cukup. tapi bukan berbicara tentang panjang atau pendeknya waktu yang di perlukan seseorang. Tapi berbicara seberapa besar dan dalam kesedihan yang di rasakan. Sudah bisa menebak masalah apa yang di hadapi? hal apa yang membuat kesedihan terasa menyakitkan?
ya! benar! di tinggalkan oleh orang yang tercinta.

hampir 6 bulan semua berlalu, ketika di singgung tentang masih adakah perasaan itu. begini jawabnya : "aku gak tahu apa yang benar-benar aku rasakan saat ini, jika di tanya soal perasaan, apakah aku masih menyayanginya, aku abu-abu. aku tidak tahu. aku sendiri bingung. apakah aku masih boleh menyayanginya? masih pantaskah? masih adakah kesempatan untuk bisa menyayanginya? masih berhak kah aku? semua pertanyaan itu menjadi satu selama ini, dan aku menanyakannya kepada diriku sendiri,dan lagi-lagi tidak aku temukan jawab yang pasti." lalu ketika di singgung tentang bagaimana perasaan dia terhadap orang terdahulunya, dia berkata : " yang aku tahu, di dalam lubuk hati terkecilku aku masih sangat peduli, aku masih sangat ini melihat dia , dan memastikan dia bahwa dia baik-baik saja dalam segala kondisi, aku masih sangat peduli tentang kuliah dan kesehatannya, dan aku ingin melihat dia bahagia. ada saat dimana aku  merasa bodoh karena terus memiliki perasaan ini, tapi buat aku, perasaan tumbuh begitu saja tidak ada yang bisa menghalangi dia tumbuh, yang bisa di lakukan adalah bagaimana menutupi perasaan itu. dan itu yang aku sedang lakukan."

bisa di simpulkan apa yang dia rasakan? ya. jelas dia masih sangat menyayangi orang terdahulunya.
hanya saja dia takut untuk mengakuinya.  

Banyak hal yang terjadi selama hampir 6 bulan dia berpisah. Perpisahan ini banyak mendatangkan segala yang baik dan banyak memberikan teguran positif, dia menjadi tahu jelas kesalahan-kesalahan yang diperbuatnya dulu. MALU. ya itu yang terlintas, malu mengapa dia bisa bersikap seperti itu, malu mengapa dia terlambat menyadarinya. menyesal? pasti! tapi dia lebih memilih untuk meninggalkan penyesalannya dan fokus pada perubahan dirinya.
Dia menjadi sadar akan hal-hal yang ada di dunia ini, sadar bahwa cinta bukan sekedar hubungan antara b2, sadar bahwa cinta tidak hanya berbicara tentang hati tetapi juga logika, sadar bahwa cinta itu berbicara tentang KEPERCAYAAN dan KEBEBASAN dan cinta juga berbicara tentang KEIKHLASAN.

mulai dari menangis, tidak nafsu makan sampai mimpi orang yang sama selama 2 bulan berturut-turut semuanya sudah berlalu.
Dia sadar bahwa jika Tuhan ijinkan seseorang datang dalam hidup ini, kita juga harus siap jika Tuhan ijinkan dia pergi. Kita tidak bisa menahan seseorang yang memang hatinya ingin pergi. Sakit hati , kecewa, rasa di campakkan dan ditinggalkan begitu saja perlahan-lahan dia tepis. semua sudah terjadi. semua sudah berlalu.

dia bertanya pada Tuhan kenapa semuanya Tuhan ijinkan terjadi, dan dia mendapat jawaban yang luar biasa mengubah hidupnya. cobaan datang tidak sendiri, dia datang bersama dengan pertolongan. ketika kita sabar menghadapi cobaan maka kita akan lihat pertolongan yang luar biasa itu datang.
Jika Tuhan tidak ijinkan ini terjadi,mungkin dia akan selalu hidup di tengah "dongeng" indahnya cinta tanpa bisa melihat realita kehidupan yang sesungguhnya. mungkin dia tidak akan pernah belajar bagaimana mencintai yang benar dan arti cinta yang sebenarnya. dan dia tidak akan pernah belajar bagaimana menjadi dewasa.

Mendekatkan diri kepada Tuhan salah satu hal + yang terjadi selama hampir 6 bulan ini. berserah dan bukan pasrah. dia belajar untuk tegar dan belajar melewati semua ini dengan mengandalkan Tuhan, dia percaya bahwa semua yang terjadi tidak lepas dari pandangan Tuhan, dia percaya Tuhan yang pegang tangannya. Dan bukti nyata sudah terlihat banyak kebesaran-kebesaran Tuhan yang dia alami dan rasakan sendiri. mungkin salah satu alasan mengapa ini semua terjadi, Tuhan mau dia belajar bagaimana mempunyai hubungan yang BAIK, it's all about relationship. entah itu dengan Tuhan, partner bahkan keluarga.

Perlahan memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan keluarga, yaa.. semua lebih baik, jauhh lebih baik. Dia jauh lebih bisa menghargai setiap hal kecil yang terjadi, tidak keras kepala dan tidak menyakiti dirinya sendiri. Seiring berjalannya waktu dia juga memperbaiki dirinya sendiri agar nantinya bisa menjalin hubungan yang benar dengan partnernya.

Belajar tentang apa yang Tuhan mau atas hidup dia, tentang apa suara hati Tuhan, tentang bagaimana mendengar suara Tuhan , dan belajar tentang percaya kepada Tuhan sepenuhnya.

time changes everyone. manusia berubah , kondisi berubah, semua tidak seburuk yang di bayangkan.

dan di akhir dari bincang-bincang kami, dia berkata : " Terima kasih kepada kamu yang memberikanku kesempatan untuk menjadi lebih baik, terima kasih karena sudah bersedia di pakai Tuhan untuk menjadi alatnya yang memberi banyak pelajaran berharga kepada ku, terima kasih karena menyadariku tentang kehidupan yang sebernarnya, terima kasih karena telah menjadi bagian terindah dalam hidupku, terima kasih karena telah menyadari ku bahwa perasaan seseoranga dapat berubah kapan saja. dan Terima kasih kepada Tuhan karena sudah memilih orang yang tepat untuk menyadarkan ku. "

-SN

No comments:

Post a Comment